soal hidup yang absurd. menurut saya hidup ini berjalan sebagaimana mestinya. ia punya cara-caranya sendiri untuk menjaga keseimbangan dunia. caranya? di antaranya seseorang harus kalah di kala manusia lain mencapai kemenangan. ada yang mati kelaparan di saat yang bersamaan dengan seorang anak yang mendapat kue tart besar yang bahkan tak habis dimakannya sendiri. ada yg bilang hidup ini nggak adil, tp sebenarnya keadilan itu bukan kita yang punya. manusia menganggap hidup ini absurd, nggak adil, berat, kenapa? mungkin karena terkadang akal manusia tak cukup tinggi untuk memahami "hidup" secara keseluruhan (bukan hidup dari kacamatanya sendiri). mungkin karena ego manusia sering terlalu besar untuk menerima kenyataan bahwa "hidup" lebih sering berpihak pada kegagalan dirinya daripada kemenangan. padahal di dalam kegagalan itu dirinya belajar. tapi dunia tetap bergulir sebagaimana mestinya. tau kan pepatah, bahwa kepakan seekor kupu-kupu di Cina bisa menyebabkan badai di belahan bumi lainnya. padahal kupu-kupu itu tidak tahu apa yg ia lakukan, ia hanya mengepakkan sayap sebagaimana instingnya memberitahunya. ia tak tahu apa akibatnya. mungkin begitulah seharusnya manusia menjalani hidup. just live life to the fullest, do the best we can each and everyday. soal dunia yg membuat kita jatuh bangun, justru saat kita mencoba bangkit dari kejatuhan itulah yg dinamakan the art of living. "yeah, you bleed just to know you’re alive.." –iris / googoodolls– soundtrack of my life
tentang hidup.
Thursday, April 22, 2010 | Posted by vienz at 10:39 AM 0 comments
Kosong
Sunday, April 4, 2010 | Posted by vienz at 9:51 AM 0 comments
Pelangi untuk Peri Kecil
Friday, January 22, 2010 | Posted by vienz at 10:55 PM 2 comments
Percakapan Terakhir dengan Si Rambut Panjang
Lama saya duduk berhadapan dengan si gadis berambut panjang. Tempat itu tak terlalu lengang. Orang-orang di sekitar kami lalu lalang, sementara yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Seakan-akan dunia sedang membiarkan kami berdua larut dalam detik-detik yang terentang lamban dalam keraguan akan perpisahan. Ia melirik sekeliling kami. Tentu saja orang-orang itu tak menghiraukan kami. Mereka terlalu sibuk dengan percakapan-percakapan yang artifisial satu sama lain, seolah mereka saling peduli. Nyatanya, setelah hari ini, mungkin mereka tak akan bertemu lagi untuk beberapa lama. Tetap saja wajah-wajah itu berseri-seri, lalu saling memuji. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, dan saya tahu pernyataan yang berkecamuk di hatinya kurang-lebih berkata, “Tidak, ini semua salah. Aku mengambil jalan yang salah!” Saya sudah hampir meraih genggaman tangannya untuk menghapuskan semua keraguan di hatinya. Namun saya urungkan niat itu, karena pria yang ditunggu-tunggu telah datang juga. Pria itu mengusap-usap rambutnya seolah penuh kasih. Saya hanya mencibir. Saya tahu, bukan dirinya yang ia cintai. Pria itu meraih segenggaman dari rambut panjangnya yang saya cintai itu, dan ia bertanya, “Mau dipotong kaya gimana, Jeng?” Si Gadis menjawab lirih, “Pendek aja deh, Mas. Bob gitu, tapi depannya lebih panjang dari belakangnya…” “Oke. Aduh, sayang banget, padahal rambutnya panjang gini.” Lalu tak berapa lama kemudian si Pria sudah sibuk bekerja dengan gunting rambutnya. Kurang dari satu jam kemudian, si Gadis keluar dari salon dengan potongan rambut baru yang membuatnya tampak lebih fresh. Ketika ia melewati cermin di departemen store sebelah, ia mengedipkan matanya pada saya.
“Akankah aku berjumpa lagi denganmu?” tatapannya seolah bertanya.
Saturday, January 9, 2010 | Posted by vienz at 10:47 AM 0 comments
oblivisci
Sunday, January 3, 2010 | Posted by vienz at 7:35 AM 0 comments
Selamat Datang!
Menyapa
Yang disuka
buku-buku
arsitektur
hot chocolate
sensasi kesendirian di kota asing
LOVE. don't we all? =)
Etiquetas
- #whyonlywhite (1)
- arsitektur (1)
- cerita principessa (2)
- perspektif (3)
- perubahan (1)
- prosa (1)
- sok-sok-an bicara politik (1)
- tentang hidup (7)

